Sekolah Alam Pelopor

 
 
You are here:: Kolom Apel Kolom Guru PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER
 
 
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER
Ditulis oleh Admin SD Apel   
Sabtu, 07 Juli 2012 20:24

 

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER   DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT YANG BERKARAKTER

Oleh

Imas Maryani (  guru SD APEL- Alam Pelopor)

Kurikulum berbasiskan karakter ataupun pendidikan  karakter  sudah menjadi  pokok bahasan utama dan menjadi tren  dalam setiap disKusi maupun bahan kajian di setiap forum ilmiah.   Forum ini mengkaji  dari  nilai-nilai apa yang dimaksudkan dalam pendidikan karakter,  menentukan pilar-pilar karakter,  metode dan pendekatan apa yang akan dipakai dalam pendidikan karakter ,  dan kemudian sekolah / guru-guru pun berlomba- lomba untuk meng adopsi  RPP berkarakter .  Apakah situasi  yang seperti ini yang di maksudkan dalam  rangkaian alur pembentukan karakter di  negeri tercinta ini ,  negeri yang dihuni oleh orang-orang yang mengalami degradasi moral dan kehilangan jati diri.

 

Karakter sejatinya bukan merupakan sebuah  produk nilai sampingan  atau semata-mata hanyalah sebagai imbas  dari sebuah proses pendidikan atau pembelajaran  di dalam sebuah komunitas pembelajar.  Melainkan karakter adalah  suatu tujuan utama  dari sebuah proses panjang , lama, dan bertahun-tahun  yang dilaksanakan secara  konsisten,  sistemik, dan berkelanjutan  melalui pendekatan pendidikan dan kebudayaan  dalam masyarakat berbangsa dan bernegara,  sehingga  masyarakat memiliki cara pandang, cara berpikir, bersikap dan berperilaku  baik dan memiliki karakter positif/baik.

 

Masyarakat yang memiliki karakter yang baik adalah terlahir dari individu-individu maupun personal-personal yang memiliki karakter baik pula.  Bagaimana karakter yang baik ini bisa ditanamkan dikeluarga,  dibangun dalam  pendidikan formal (sekolah)  dan bisa berkembang  di masyarakat.   Jawabanya ada   pada sistem pendidikan kita .  Bagaimana sistem pendidikan   kita beserta  perangkat  instrumen lainnya   mampu diterjemahkan dengan baik,  mampu diimplementasikan  serta  mudah  dipahami  oleh semua pelaku  pendidikan.

Penerapan pendidikan karakter tidak bersifat parsial atau pragmatis ,tidak sebatas pada  proses belajarnya yang dipandu oleh RPP berkarakter,  atau kurikuklum nya semata, akan  tetapi semua  komponen yang ada dalam komunitas belajar  harus berorientasi pada  pendidikan karakter.   Penerapannya tidak bisa tertumpu pada mata pelajaran pendidikan karakter saja.  Pendidikan karakter dalam sebuah komunitas akan berkaitan dengan  anggaran atau pendanaan,  kebijakan, kurikulum, program kegiatan,  link kemitraan, maupun sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam penerapan pendidikan karakter.   Selain itu pula pendidikan karakter harus menyentuh  setiap lapisan komunitas, yaitu tenaga  administrasi, pendidik/gr,  siswa,  orang tua  dan staff lainnya yang ada yang merupakan bagian dari sekolah.

Selanjutnya  bagaimana  semua memandang pendidikan karakter ini menjadi harga mati  untuk diterapkan  di semua  bagian masyarakat dan kegiatan  bermasyarakat,  menjadi sebuah kebutuhan  dalam setiap pundi kehidupan  dan organisasi  serta menjadi suatu tujuan bersama  yang ingin dicapai  dalam sistem pendidikan kita.   Semua  memiliki kesadaran yang utuh , bahwa penerapan pendidikan karakter  menjadi sebuah gerakan bersama  dalam membangun  masyarakat yang berkarakter baik,  memiliki jati diri  dan memiliki harga diri  sebagai bangsa dan negara  yang memiliki  karakter  yang kuat.

 

 

Add comment


Security code
Refresh