Sekolah Alam Pelopor

 
 
You are here:: Berita KLAIN BUDAYA INDONESIA... OLEH MALAYSIA
 
 
KLAIN BUDAYA INDONESIA... OLEH MALAYSIA
Rabu, 20 Juni 2012 00:54

Kemdikbud Desak Malaysia Buat Pernyataan Tertulis
Indra AkuntonoLatiefSelasa, 19 Juni 2012 | 20:35 WIB
Dibaca: 2612
|
Share:
KOMPAS/ALIF ICHWANStaf pengajar UGM Wiendu Nuryanti menjadi Wakil Menteri Pendidikan Kebudayaan

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendesak Pemerintah Malaysia membuat keterangan tertulis. Desakan itu dilakukan terkait klaim atas kesenian asli Sumatera Utara, Tari Tor-tor dan Gondang Sambilan.

Kita menghendaki pernyataan tertulis, dan setelah itu baru ditindaklanjuti. Silakan budaya Indonesia berkembang di mana saja, tapi asal usulnya harus jelas.
-- Wiendu Nuryanti

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti, mengaku telah membuka komunikasi dengan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia. Dalam kesempatan itu, pihak Malaysia berjanji akan segera membuat keterangan tertulis atas desakan dari Pemerintah Indonesia.

"Kita sudah berkomunikasi dengan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia. Kita ingin tahu secara persis, apa tujuan mereka mencatat (mendaftarkan) kesenian Tor-tor dan Gondang Sambilan secara jelas," kata Wiendu, Selasa (19/6/2012).

Wiendu menjelaskan, saat ini Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah turun tangan untuk berdiplomasi dengan Malaysia atas permasalahan klaim tersebut. Berdasarkan hasil pertemuan itu diketahui, jika permasalahan ini hanya sebatas insiden dan Pemerintah Malaysia menyatakan tidak bermaksud mengklaim dua kesenian Indonesia tersebut.

"Tapi, sikap kita tetap jelas. Kita menghendaki pernyataan tertulis, dan setelah itu baru ditindaklanjuti. Silakan budaya Indonesia berkembang di mana saja, tapi asal usulnya harus jelas," tambah Wiendu.

Seperti diberitakan, baru-baru ini Malaysia kembali dituding akan merebut dua kesenian asli Indonesia, yakni Tari Tor-tor dan Gondang Sambilan. Sejumlah pihak di Tanah Air pun bereaksi, termasuk Kemdikbud sebagai lembaga yang menangani kebudayaan. Sampai berita ini diturunkan, belum ada penjelasan detail dari Pemerintah Malaysia terkait insiden tersebut.

 

Add comment


Security code
Refresh