Sekolah Alam Pelopor

 
 
You are here:: Berita PAUD
 
 
PAUD
Sabtu, 04 Desember 2010 20:20

Pelatihan Pendidik PAUD Dilaksanakan di 300 Desa

BANDUNG, (PRLM).- Sebanyak 300 desa di Jawa Barat menjadi pilot project pelatihan pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dilakukan oleh Bank Dunia sampai dengan tahun 2013. Tiga ratus desa tersebut tersebar di enam kabupaten yang ada di Jawa Barat. Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kamarul Bachri, di Bandung, Rabu (1/12).

Dia mengatakan, enam kabupaten tersebut adalah Sumedang, Subang, Sukabumi, Subang, Majalengka, dan Garut. Dijelaskan pelatihan itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidik PAUD. Selama puluhan tahun Indonesia terlalu fokus pada pendidikan tinggi. Hal itu menyebabkan pendidikan anak di usia dini terabaikan. Padahal pendidikan anak di usia dini merupakan dasar dari kecerdasan anak di masa depan baik secara akademi maupun emosi.

Menurut Kamarul, program tersebut saat ini sedang berjalan sampai dengan tahun 2013. Selain memperbaiki standarisasi pendidikan pendidik, program ini juga menjelaskan batasan pendidikan anak di usia dini seperti yang tercantum di Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no. 58 tahun 2009. PAUD tidak diperbolehkan untuk memberikan penilaian secara akademik kepada peserta didik. “Apalagi bila ada yang menetapkan target kelulusan, itu sangat dilarang,” katanya.

Kamarul mengatakan, pendidikan anak usia dini merupakan wadah bagi anak-anak yang berada di usia emas untuk diberikan pemahaman karakter. Pemahaman tersebut harus diberikan dengan nuansa ceria dan bermain sehingga bisa meningkatkan kecerdasan 15 miliar sel otak. Dinas Pendidikan Jawa Barat sebenarnya sudah berupaya melakukan sosialisasi mengenai batasan pendidikan usia dini sejak tiga tahun lalu. “Jadi sebenarnya Permendiknas no. 58 tahun 2009 tersebut telat terbitnya, karena kita sudah lakukan sejak dulu,” ujar dia.

Sementar itu, Kepala Taman Kanak-kanak dan Play Group Darul Hikam, Siti Saadah mengatakan, tidak semua pendidik PAUD sudah mendapatkan sosialisasi mengenai Permendiknas no. 58 tahun 2009. Siti mengakui, isi dari peraturan tersebut sebagian besar sudah diterapkan sejak dulu. Namun ada beberapa poin yang belum disosialisasikan sehingga banyak ditemui TK atau PAUD yang tidak mentaati peraturan tersebut.

“Misalnya saja yang paling banyak yaitu menerapkan standar penilaian secara akademis, padahal kan seharusnya yang dinilai adalah perkembangan anak. Dengan demikian, guru harus memiliki komunikasi yang kuat dengan orang tua siswa sehingga memiliki pengetahuan awal mengenai tingkat perkembangan anak,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan sosialisasi Permendiknas no. 58 Tahun 2009 di Sekolah Darul Hikam, Jln. Ir. H. Juanda, Bandung, Rabu (1/12). (A-185/A-147)***

 

Add comment


Security code
Refresh