Sekolah Alam Pelopor

 
 
You are here:: Berita Angklung Warisan Budaya Dunia
 
 
Angklung Warisan Budaya Dunia
Jumat, 19 November 2010 01:17

Angklung Disahkan UNESCO Sebagai Warisan Budaya Dunia

DOK.
DOK. "PRLM"
SISWA SD dari Kec. Mande yang memainkan angklung pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat Kab. Cianjur di Lapangan Joglo, Selasa (2/5/2006). Alat musik angklung diakui sebagai "The Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity" pada sidang ke-5 Inter-Governmental Committee UNESCO di Nairobi, Kenya, Selasa (16/11/2010)*

BANDUNG, (PRLM).- Gubernur Jawa Barat menyambut gembira ketika mengetahui alat musik angklung sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Alat musik angklung diakui sebagai "The Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity" pada sidang ke-5 Inter-Governmental Committee UNESCO di Nairobi, Kenya, Selasa (16/11) waktu setempat.

“Alhamdulillah, senang sekaligus bangga. Angklung yang merupakan kebudayaan asli kita bisa dilestarikan oleh dunia. Tentunya ini akan menjadi perhatian agar angklung terus berkembang,” kata Gubernur, di Kota Bandung, Kamis (18/11).

Dia mengatakan, kewajiban kita setelah ditetapkannya angklung sebagai budaya dunia adalah memelihara dan melestarikannya. “Misalnya kita lestarikan dengan regenerasi tranformasi budaya, dan menghidupkan angklung di mana-mana seperti di sekolah, pertemuan, pokoknya di mana pun harus ada angklung,” tuturnya.

Untuk lebih mengembangkan lagi alat musik angklung, menurut Gubernur, pihaknya akan menampilkan angklung di Washington DC, Amerika Serikat, pada Mei Tahun 2011. “Kita diundang Duta Besar Amerika Serikat untuk melakukan perhelatan angklung terbesar di sana. Rencananya dalam performa tersebut selain menampilkan angklung, seluruh peserta yang hadir juga akan diajarkan bermain angklung,” tuturnya.

Heryawan menambahkan, pihaknya juga akan turut memperjuangkan agar segera dibentuk persatuan angklung baik di tingkat nasional maupun internasional. ”Kita akan segera bentuk persatuan angklung tingkat internasional agar angklung bisa tersosialisasikan kepada dunia, dengan tema 'how to play angklung'. Langkah ini merupakan bentuk transformasi budaya dari Jawa Barat untuk dunia,” katanya.

Ketika ditanya mengenai dukungan dana pemerintah untuk mengembangkan angklung, menurut dia, secara otomatis masalah ini merupakan bagian dari pengembangan Dinas Pariwisata Jabar. “Mengenai angklung dijadikan pelajaran di sekolah, bisa saja dilakukan. Masalah ini sudah masuk tataran teknis, ada mekanisme yang harus dilalui," tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Herdiwan Iing Suranta mengatakan, alat musik bambu yang menjadi ikon Jawa Barat itu diputuskan menjadi warisan budaya dunia setelah lolos pada sesi evaluasi nominasi untuk Inskripsi 2010 tentang Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanityyang sidangnya dilangsungkan di Nairobi, Kenya, Selasa (16/11).Keputusan itu lahir tepatnya pada sidang kelima Inter-Governmental Committee.

”Saya mendapat kabar dari Kedutaan besar RI untuk UNESCO pada hari Selasa (16/11) lalu pukul 16.20 waktu Kenya (pukul 20.20 WIB), bahwa dalam sidang itu angklung resmi diputuskan sebagai warisan budaya dunia. Tentu saya yang paling bangga mendengar hal tersebut,” katanya

Herdiwan mengajak kepada seluruh warga masyarakat Jabar untuk mensyukuri momen itu.”Kita ucapkan syukur bahwa kebudayaan kita memang kelas dunia. Sehingga jangan sia-siakan hal itu dan kita tarik makna tersebut yang mengindikasikan bahwa bukan hanya angklung yang hebat, tetapi seni budaya Jabar semua hebat,” katanya. (A-194/das)***

 

Add comment


Security code
Refresh